"teruntuk ibu, mama, emak atau bagaimana seharusnya aku memanggilmu. saat ini aku hanya bisa berandai saja, bagaimana bentuk rupamu, bagaimana warna matamu, bagaimana caramu memandang aku. saat ini hanya ada kita berdua duduk di meja kayu berhadapan dan berbincang satu sama lain. baiklah aku akan memanggilmu emak saja. emak jika saja bisa mengulang segala yang telah terjadi sudikah untuk sedikit saja memberikan alasan kepada sang pencipta untuk menunda masa kepulanganmu kepadaNYA sebentar saja sampai aku bisa membayangkan wajahmu. sampai aku bisa mengenang sedikit saja cerita yang pernah kita buat bersama. sampai aku tidak usah menebak-nebak seperi apa rasanya punya emak"